Analisa Usaha Bebek Pedaging

Tuesday, September 9th, 2014 - Usaha Peternakan
Advertisement

Mungkin saat ini masakan yang berbahan daging adalah sapi ,kambing, ayam maupun bebek, nah disini kami akan melakukan analisa usaha bebek pedaging bagi anda yang berminat untuk membuka usaha bebek pedaging.

Saat ini olahan daging bebek banyak digemari oleh penikmat kuliner di berbagai dunia, termasuk Indonesia. Cita rasa daging bebek yang khas dan lezat menjadikan penikmatnya tak bosan untuk mencicipinya, dan para pelaku usaha olahan daging bebek mereka berlomba-lomba untuk membuat masakan paling lezat. Bebek banyak sekali digemari oleh penikmat kuliner dan menjadikan usaha olahan bebek ini menjadi andalan bagi mereka para pelaku bisnis makanan. Kenapa bisa menjadi menu andalan? karena olahan daging bebek tersebut disukai oleh semua kalangan dari anak-anak hingga dewasa.

Usaha Bebek Pedaging

Bukan hanya dagingnya saja yang bisa dipergunakan sebagai makanan, sumber daya lainnya juga bisa di manfaatkan dari hasil usaha bebek pedaging. Salah satunya di jual mentah atau telurnya bisa dijadikan telur asin, bahkan kotorannya pun bisa di jadikan pupuk. Dari kesimpulan tersebut, dapat di simpulkan bahwa usaha bebek pedaging merupakan jenis usaha yang tidak menyisakan sampah.

Maka usaha ini merupakan jenis usaha yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan bagi anda yang mau buka usaha bebek pedaging, karena banyak dan tingginya tingkat peminat, maka dari itulah permintaan pasar, restoran dan penjual olahan daging bebek pun bertambah.

Dengan semua kelebihan dan kekurangannya dari membuka Usaha Bebek Pedaging ini maka, jangan heran apabila banyak orang berpindah usaha untuk memulai Usaha Bebek Pedaging ini. Tetapi tetap saja kita membutuhkan analisa usaha nya sebelum kita memulai usaha ini. Sebagai contoh anda dapat memerhatikan analis usaha bebek pedaging di bawah ini.

Berikut Analisa Usaha Bebek pedaging

Standart performance bebek / bebek hibrida
Jika berat bebek jantan / betina : 36,5 ~ 40 Gram
Pakan starter (0 ~ 25 hari) : Protein 25 % pada 3.250 Kalori
Pakan finisher (25 ~ 50 hari) : Protein 20 ~ 21 % pada 3.250 Kalori.
Konversi pakan : 2.0 ~ 2.1
Prakiraan berat panen : rataan
* Umur 30 hari : 1,30 Kg
* Umur 45 hari : 1,60 ~ 1,80 Kg

Analisa usaha :

Jika pengeluaran : Per satuan : 1500 ekor
Pembelian bebek pedaging : 1500 ekor x @ 6.500 = 5.500.000
Biaya pakan (panen 45 hr) : 25 x 20 kg x @ 5.000 = 25.000.000
Biaya obat2an + TK + dll : 600.000
Jadi total biaya pengeluaran = Rp, 31.100.000

Pendapatan :

Deflesi 5 % sehingga panen : 1500e x (-5%) = 1300 ekor.
Dengan berat 1,5 ~ 1,6 Kg panen laku : @ 35.500*. (*tergantung daerah)
Jadi pendapatan panen : 1000 ekor x @ 35.500 = 46,150.000
Jadi ada keuntungan bersih = 46,150.000 – 31.100.000 = Rp, 15.050.000 / 1500 ekor / 45 hari

Jadi bisa di bayangkan bukan dan di simpulkan bahwa usaha bebek pedaging lumayan cukup menjanjikan. Terimakasih telah membaca artikel tentang analisa usaha bebek pedaging ini, semoga bermanfaat bagi anda yang ingin memulai usaha ini. Baca pula artikel menarik lainnya tentang Analisa Usaha Ikan Nila.

Advertisement
Analisa Usaha Bebek Pedaging | analisausaha | 4.5
error: Content is protected !!