Analisa Usaha Budidaya Kangkung

Tuesday, September 30th, 2014 - Usaha Pertanian
Advertisement

Analisa usaha budidaya kangkung – Kangkung termasuk ke dalam jenis sayuran yang sangatlah popular, karena kangkung sangat banyak peminatnya. karena selain memiliki rasa yang enak, kangkung juga mempunyai kandungan gizi yang tinggi, salah satunya yaitu memiliki kandungan seperti vitamin A, B serta C dan beberapa bahan mineral terutama zat besi yang bermanfaat untuk perkembangan badan serta kesehatan. Kebutuhan terhadap sayur seperti kangkung. Untuk itulah kangkung merupakan salah satu peluang usaha untuk Anda yang mau coba usaha budidaya kangkung.

Kangkung adalah tanaman yang bisa tumbuh cepat yang memberikan hasil dalam waktu 4-6 minggu mulai dari benih serta perawatannya juga tidak terlalu susah. Dan tanaman ini juga dapat tumbuh dengan baik sepanjang tahun. Kangkung darat dapat ditanam pada daerah yang memiliki iklim panas ataupun dingin. Serta kangkung juga yang di kenal dengan nama Latin Ipomoea Sp. terbagi dalam 2 varietas, yakni kangkung darat yang disebut dengan kangkung Cina serta kangkung air yang tumbuh dengan cara alami di sawah, parit – parit atau rawa.

Analisa Usaha Budidaya Kangkung

Untuk Kangkung Darat (Ipomoea reptans)

Kangkung darat ini dapat tumbuh di tempat yang kering. Ciri-cirinya adalah batangnya lebih kecil serta berwarna putih kehijauan,dan daunnya lebih tipis serta lebih lunak, apabila kita masak kangkung tersebut cepat layu dan matang, serta memiliki bunga yang berwarna putih dan bersih.

Kangkung Air (Ipomoea aquatic)

Kangkung air ini bisa tumbuh di daerah basah seperti sawah, parit, rawa – rawa atau genangan sawah. Ciri-cirinya yaitu batang yang lebih besar, berwarna hijau lebih gelap, daunnya lebih lebar serta sedikit agak keras, serta memiliki jangka waktu lebih lama dalam proses layunya bila kita masak serta mempunyai bunga yang berwarna putih kemerahan.

Untuk Segi Konsumen

Para pembeli tentu hampir semua dari semua kalangan masyarakat yang tahu akan pentingnya fungsi sayur hijau untuk kesehatan serta keperluan badan. Baik dari anak-anak sampai orang tua pun pasti memerlukan asupan gizi yang terdapat dalam sayuran hijau tersebut.

Dari Segi Pemasaran

Pemasaran hasil menanam sayur seperti kangkung dapat dilakukan dengan adanya kerja sama antara petani dan para pedagang sayuran seperti kangkung yang ada di pasar-pasar besar. Serta nanti dari pasar-pasar besar itu yang menjadi tempat kulakan beberapa pedagang sayur pasar-pasar kecil yang ada di berbagai daerah sekitarnya. Atau dapat juga di pasarkan dengan menjalin interaksi kerja ke sebagian pebisnis makanan, seperti rumah makan. Lantaran pada umumnya mereka mencari bahan baku sayur langsung dari petaninya dan untuk memperoleh harga yang lebih murah juga tentunya.

Kunci Sukses

Supaya tanaman kangkung tersebut bisa berproduksi dengan cara memuaskan, butuh dikerjakan pergiliran tanaman dengan tanaman kacang hijau, kacang tanah, selada, buncis, kecipir atau ketimun. Selain itu, cermati juga keperluan air yang dibutuhkan. Dalam soal penyimpanan (saat sebelum di pasarkan), supaya tak cepat layu, kangkung yang sudah diikat celupkan di air bersih serta tiriskan.

Sebelum anda melakukan usaha budidaya kangkung, ada baiknya anda perlu lihat hasil riset dan analisa usaha di bawah ini.

Berikut Analisa Usaha Budidaya Kangkung

Budidaya kangkung dengan luas lahan 1.5 iring (175 x 20m) selama 4 bulan

Dari lahan kangkung dapat dipanen 6 kali/2 tahun,

Dimana sekali panen bisa menghasilkan 4500 ikat.

Yang ditanam jenis kangkung darat.

Modal awal

Pompa air Rp 1.200.000
Cangkul 2 buah Rp    150.000
Lain-lain Rp     250.000 +
Jumlah Rp  1.600.000,.

Dengan melakukan metode garis lurus dan melihat masa serta manfaat peralatan tersebut adalah 2 tahun.

Beban penyusutan per bulan jika nilai residu Rp 80.000,.

Adalah sebesar (Rp 1.600.000,.- Rp 80.000,.) : (2 tahun x 12bulan)=Rp 63.333,.

Per bulan = Rp 253.333,./4 bulan.

Jika perhitungan laba rugi per 1 kali panen adalah

Misalkan dalam 1 kali panen menghasilkan 4500 ikat dan jika 1 ikatnya di jual 500 maka

Rp 500/ikat x 4500/ikat = Rp 2.225.000,.x 6 kali panen  Rp 13.500.000,.

Biaya operasional /6x panen

Benih pembelian untuk kangkung 1 lahan iring 20 kg x 6 kali panen Rp    240.000,.
Pupuk TSP 4 kg x 6 kali panen x @Rp 3000,. Rp      72.000,.
Pupuk Urea 8 kg x 6 kali panen x @2000,. Rp       96.000,.
Pegawai 1 orang Rp 3.000.000,.
Transportasi @250.000,.x 6 panen Rp 1.500.000,.
Penyusutan Rp 253.333 x6 kali panen Rp 1.519.998,.
Lain-lain Rp     150.000  +
Jumlah Rp 6.361.998.

Jadi untuk keuntungan laba bersih yang di dapat dalam jangka waktu 6x panen adalah

Pendapatan/6x panen –  Biaya operasional

Rp 13.500.000,. –  Rp 6.361.998,.      =      Rp 7.183.002,.

Jadi keuntungan bersih yang di dapat dalam usaha kangkung dalam jangka waktu 6 x masa panen adalah   Rp 7.183.002

Dan dalam jangka waktu 1 x panen pendapatan yang di peroleh adalah. Rp. 1.189.667

Demikian yang bisa kami sajikan hari ini mengenai analisa usaha budidaya kangkung semoga sajian ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya, terlebih lagi badi anda yang ingin memulai usaha ini. Lihat pula sajian kami yang lainnya tentang analisa usaha burung puyuh yang mungkin akan menjadi pertimbangan lain bagi anda sebelum memulai budidaya kangkung diatas.

Advertisement
Analisa Usaha Budidaya Kangkung | analisausaha | 4.5
error: Content is protected !!