Analisa Usaha Budidaya Lele

Friday, September 5th, 2014 - Usaha Peternakan
Advertisement

Analisa Usaha Budidaya Lele – Bagi sebagian orang yang mau membuka usaha baru, mungkin anda bisa mencoba untuk membuka usaha budidaya lele, karena di sebagian orang tau bahwa usaha budidaya lele tersebut telah menjadi daya tarik bagi sebagian orang dan lumayan banyak diminati oleh sebagian masyarakat indonesia. Usaha ikan lele pada umumnya memimiliki nilai ekonomis, serta relatif lebih murah dan mudah dalam membudidayakannya.

analisa usaha budidaya lele

Salah satunya dari beberapa kemudahan dalam teknik budidaya lele tersebut adalah, sifat ikan lele yang tidak perlu memerlukan persyaratan tertetntu untuk memeliharanya, maka perkembangan pembudidayaan ikan lele dalam kolam ataupun kolam terpal bisa di jadikan peluang usaha yang mudah di lakukan.

Kenggulan yang dimiliki dalam pembudidayan ikan lele dengan kolam terpal

  • Teknik yang praktis dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi,
  • Cocok bagi Kawasan atau Daerah yang Kritis Air
  • Menambah Peluang Baru bagi Budidaya di Lahan yang Terbatas
  • Keuntungan Teknis dan Finansial
  • Kualitas Produk lebih Diminati

Ada dua jenis kolam terpal yang bisa di gunakan yaitu.

1. Kolam terpal diatas permukan

2. Kolam terpal diatas tanah

Bayak hal yang di butuhkan untuk membuat kolam terpal diantaranya,

1. Lahan dan tempat pembudidayaan

Pembudidayaan ikan lele tidak perlu memakai lahan yang luas, kita hanya perlu lahan kosong yang ukurannya lumayan misalnya, di belakang rumah, di kebun jika memiliki kebun, mungkin hanya akan membutuhkan ruang 6×6 m untuk luasnya.

2. Kayu atau bambu

Bahan bambu atau kayu ini di gunakan sebagai kerangka kolam, supaya bisa terbentuk kotak untuk dijadikan kolam pembudidayaan ikan lele.

3. Terpal atau plastik

Terpal yang biasa digunakan adalah terpal plastik untuk digunakan di atap tenda. Pada hal ini, pemilihan jenis terpal harus memenuhi kriteria seperti, kekuatan untuk menahan tekanan air,ketebalannya yang cukup dan pastinya tidak mudah sobek.

4. Papan kayu

Gunanya sebagai dinding dasar untuk pembuatan kolam ikan

5. Pagar besi, kayu atau bambu

Digunakan untuk menjaga kolam dari serangan hewan dan orang orang jahil.

6. Atap

Gunanya untuk melindung ikan lele dari sinar matahari langsung dan hujan, karena kalau kolam terkena hujan otomatis permukaan air naik,

7. Peralon

Berguna untuk mengukur ketinggian air yang di butuhkan,

Perlu di ingat bahwa, sebelum anda menjalani salah satu jenis usaha, ada baiknya jika anda melakukan analisa usaha terlebih dahulu. Di sini saya akan mencoba menjelaskan analisa usaha budidaya lele agar bisa menjadi bahan pertimbangan anda dalam memulai bisnis baru ini.

Analisa Usaha Budidaya Ikan Lele

  • Dari 7.000 EKOR ikan lele maka bisa di asumsikan :
  • Jika benih ikan lele yang di dapat bila di panen per kilonya berisi 8-9 ekor
  • Lalu benih ikan lele yang berukuran 6-7 cm akan dipanen dalam kurun waktu 2 – 3 bulan
  • Bila 1 kg ikan lele ketika panen berisi 8 ekor lele (dan jika lebih bagus lagi apabila 1 kg ikan lele berisi 6-7 ekor)
  • Dan jika 1,5 kg pakan ikan lele akan menghasilkan 1 kg ikan lele ketika panen
  • Jadi, apabila dari 7.000 ikan lele tersebut kita akan mendapatkan ikan lele sebanyak 700 kg ketika panen
  • Jadi, sampai panen 7.000 ikan lele yang akan menghasilkan 700 kg ikan lele membutuhkan pakan/pelet sebanyak 1.500 kg (1,5ton).
  • Ikan yang gagal di panen sebanyak 10%. Artinya kita tidak akan memanen sebanyak 700 kg ikan lele, tetapi kita hanya akan memanen 660 kg ikan lele

Maka bisa di simpulkan pinghitungannya :

Pengeluaran ( Biaya variabel )

No Kebutuhan Jumlah
1 Benih lele (6-7 cm) 7.000 x Rp. 120 Rp. 840.000
2 Pakan 700 kg x Rp. 4.500 Rp. 3.150.000
3 Vitamin ikan lele Rp. 360.000
Jumlah Rp. 4.350.000

Asumsi:

Jika Kita akan memanen ikan lele konsumsi dari 7.000 ekor ikan lele sebanyak 700 kg jika lele 1 kg berisi 8 ekor lele. Tetapi kita akan memberikan jumlah ikan lele yang gagal panen dari usaha kita sebanyak 10%, maka kita akan memanen daging ikan lele konsumsi sebanyak 700 kg dari 7.000 ekor ikan lele yang kita pelihara

Maka pemasukan yang kita peroleh adalah
700 kg jika ikan lele konsumsi x Rp. 10.500/kg =Rp. 7.350.000

Laba

Untuk laba yang diperoleh dari hasil budidaya ikan lele sebanyak 7.000 ekor dengan menggunakan pakan buatan adalah ::
Pemasukan – Pengeluaran biaya variabel = Laba
Rp. 7.350.000 – Rp. 4.350.000= Rp. 3.000.000

Nah, itulah mungkin garis besar dari analisa usaha budidaya lele yang bisa saya informasikan. Banyak jenis ikan lele yang bisa anda ambil sebagai tahap awal dalam usaha ternak salah satunya, jenis ikan lele sangkuriang yang sempat saya bagikan sebelumnya .

Advertisement
Analisa Usaha Budidaya Lele | analisausaha | 4.5
error: Content is protected !!