Analisa Usaha Jabon Merah Samama

Friday, October 17th, 2014 - Usaha Pertanian
Advertisement

Analisa usaha jabon merah samama – Perkebunan jabon yang dirawat dengan baik untuk membuahkan pohon yang tumbuhnya cepat dan memiliki kualitas tinggi, cenderung lebih menyerap kandungan karbon dioksida yang baik dari pada hutan rimba yang tidak dirawat dengan baik lebih-lebih yang dilantarkan serta tidak tertangani.

Karbon dioksida dipercaya juga sebagai pemicu paling utama gas rumah kaca, namun walau pun begitu dibutuhkan untuk keseimbangan hidup. Pohon serta tanaman yang lain yang tumbuh dengan baik di rimba merubah karbon dioksida jadi biomasa serta melepaskannya pada saat membusuk. Sebuah sistem yang sudah berjalan lama untuk melindungi keseimbangan alam. Tetapi sistem tersebut kemungkinan akan terganggu jika pohon serta tanaman tak dapat menyerap CO2 yang lebih banyak melebihi kekuatan menyerap CO2 pohon serta tanaman.

Makin banyak pembudidayaan pohon jabon merah yang dirawat secara baik tentunya sangatlah menolong dalam penyerapan CO2 hingga keseimbangan alam dapat diperbaiki kembali, seperti hutan yang selalu menyerap karbon di atmosfer sepanjang beratus-ratus tahun bila dibiarkan dan tidak ditebang dengan cara brutal. Akibat penebangan sembarangan terhadap hutan maka sistem juga menjadi terganggu, salah satu jalan keluarnya adalah dengan cara perkebunan jabon merah. Karenanya marilah kita selamatkan bumi tercinta ini dengan cara menanam jabon merah di lahan yang kosong demi menolong sistem keseimbangan alam.

Ciri Khas Pohon Jabon Merah Samama

  • Jabon merah samama awal mulanya datang dari Maluku, Halmahera, Sulawesi, serta Papua
  • Jenis warna buah jabon merah yakni berwarna coklat muda agak kemerah-merahan
  • Untuk ukuran buah jabon berdiameter hingga 3-4 cm
  • Biji untuk jabon merah samama akan terlihat lebih besar dari pada biji Jabon Putih, dengan warnanya yang coklat kemerahan.
  • Untuk 1ons benih jabon merah samama punya potensi bisa menghasilkan hingga 25. 000 – 50. 000 bibit.
  • Sesudah menjadi bibit warnanya akan berubah menjadi kemerah-merahan.
  • Terasa kasar dan berbulu pada permukaan daun jabon merah samama seperti daun Jati
  • Kuncup daun mudanya hampir serupa dengan kelopak daun yang berwarna lebih merah
  • Bentuk daunnya akan nampak lebih lonjong serta lancip, berbeda dengan daun jabon putih yang memiliki bentuk oval.
  • Tulang daun terlihat lebih terang dan berwarna merah.

Analisa Usaha Jabon Merah Samama

Nilai Ekonomi Pohon Jabon Merah Samama

Pembudidayaan pohon jabon merah samama bakal memberi keuntungan yang sangatlah menggiurkan jika ditangani dengan cara serius serta benar. Untuk harga kayu jabon merah perkubik selama bulan agustus pada tahun 2011 yaitu Rp. 1. 200. 000/kubik. Harga ini diperkirakan bakal mengalami kenaikan minimum sebesar 15% pertahun, bersamaan dengan tingkat permintaan kayu yang makin bertambah pada setiap tahunnya, namun persediaan kayu makin lama makin terbatas. Maka untuk waktu panen 8 tahun ke depan diprediksikan harga kayu jabon merah bakal alami kenaikan hingga mencapai 120% dari harga saat ini atau jadi sekitar Rp. 2. 640. 000 per m3.

Nilai ekonomi yang sangat menggiurkan tersebut mengundang banyak pelaku usaha yang ingin melakukannya, hal tersebut bisa juga anda tempuh. Namun bagi anda yang awam terhadap usaha pertanian khususnya usaha jabon merah samama, ada baiknya jika anda melihat terlebih dahulu analisa usaha dibawah ini.

Berikut Adalah Analisa Usaha Jabon Merah Samama

Luas lahan 1 hektar
Pola tanam 4 x6 dengan jumlah pohon sebanyak 625
Dengan jangka waktu mencapai 8 tahun

Investasi Biaya

No Biaya – Biaya Rp
1 Persiapan lahan 8.000.000
2 Pembelian bibit 4.000.000
3 Penanaman dan perawatan 10.000.000
4 Lain lain 5.000.000
5 Jumlah 25.000.000

 

Perkiraan Pendapatan

No Keterangan Rp
1 Penjualan hasil panen560 pohon x 1,2 juta 672.000.000
2 Biaya panen dan pajak20% x 672 juta (134.400.000)
3 Jumlah pendapatan bersih 537.600.000
4 Jumlah pendapatan investor50% x 537.600.000 268.800.000
5 Laba Bersih Investor268,8 juta – 25 juta 243.800.000
6 Return in Investement (ROI) 975,2%

 

  • Perhitungan diatas berdasar pada harga tahun 2011
  • Tingkat angka kepunahan pohon sebesar 10%
  • Kenaikan harga jual kayu minimum 15% per tahun
  • Jika perhitungan merujuk pada kenaikan harga jual kayu jadi laba bersih yang dapat dicapai investor yaitu sebesar Rp. 566. 360. 000. J (ROI = 2265, 44%)
  • Larangan penebangan kayu hutan yang mulai diberlakukan diseluruh dunia bakal mengakibatkan tingkat permintaan serta harga jual kayu menjadi meningkat pesat.

 

Itulah sedikit gambaran mengenai analisa usaha jabon merah samama yang mana hal ini akan menjadi sedikit pertimbangan bagi anda yang ingin mulai usaha tersebut. Alternatif usaha lain bagi anda yang tidak menyukai usaha pertanian, anda bisa melihat pembahasan analisa usaha lapangan futsal.

Advertisement
Analisa Usaha Jabon Merah Samama | analisausaha | 4.5
error: Content is protected !!