Analisa Usaha Penggemukan Kambing

Sunday, September 7th, 2014 - Usaha Peternakan
Advertisement

Kali ini blog analisa usaha akan mencoba menginformasikan mengenai analisa usaha penggemukan kambing agar usaha penggemukan kambing ini mencapai hasil yang maksimal. Tetapi sebelumnya, anda juga perlu mengetahui informasi tentang analisa usaha penggemukan sapi agar menjadi bahan pertimbangan bagi anda. Usaha budidaya penggemukan kambing di Indonesia sangatlah menjanjikan karena, kondisi indoneisa yang mendukung akan sumber daya alam yang melimpah dan memiliki cuaca yang mendukung perkembangan usaha tersebut. Disamping itu penggemukan kambing memiliki posisi yang strategis, dimana kambing bisa bermanfaat sebagai hewan konsumsi atau bahkan dijadikan hewan qurban bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas agamanya Islam. Dalam budidaya penggemukan kambing perlu di perhatikan secara maksimal, agar mendapatkan keuntungan yang masimal pula.

Penggemukan Kambing

Analisa Proses Penggemukan

  • Pada umumnya kambing harus di rawat dan di jaga kesehatannya dari sejak awal, agar kondisi kambing kedepannya terus membaik dan harga jualnya pun akan tunggi. Berikut bebarapa penanganan pada saat penggemukan kambing.
  • Kondisi lingkungan harus di hindarkan agar tidak sampai menimbulkan stress terhadap pertumbuhan kambing dan untuk mencegah stress, bibit domba diberi obat anti stress ataupun multivitamin.
  • Pengobatan perlu anda lakukan ketika bibit baru datang, sebelum kambing di masukkan kedalam kandang dengan cara di suntikkan antibiotik dan obat cacing.
  • Pastikan kondisi kandang kambing memenuhi kriteria , bibit kambing yang akan di gemukkan tidak terkena penyakit ataupun stress sampai masa penggemukan berakhir.
  • Kambing yang baru datang harus langsung dicukur bulunya, agar bibit penyakit, parasit, dan kutu lainnya bisa segera terbasmi.

Analisa Pakan

Pada tahap pertama penggemukan, yaitu sejak kambing masuk kandang setiap ekor kambing per harinya diberi konsentrat sebanyak 0,5 – 1,5kg comfed, dan ditambah hijauan secukupnya. Caranya pada pukul 05.30 consentrat diberi lebih dahulu kalau pemberian keduanya dicampurkan dengan rumput, karena ia lebih tertarik pada rumput. Rumput baru diberikan pada pukul 09.00 dan diulangi dalam jumlah yang sama pada pukul 16.00. Air diberikan setiap kali kambing selesai diberi pakan rumput, jumlahnya tak terbatas. Pada hari-hari pertama tahap penyesuaian ini (2-3 hari), kambing belum begitu bernafsu memakannya, karena belum terbiasa. Akan tetapi, setelah lewat masa itu, jumlah pakan sebanyak itu akan dihabiskannya. Sejak minggu ke-2 dan minggu selanjutnya sampai masa penggemukkan berakhir, waktu dan jumlah pemberian pakannya harus sama yakni per hari 1 kg.

Analisa Kesehatan

Pada masa penggemukan kambing maka kita harus menjaga kondisi dan menghindari kambing dari berbagai jenis penyakit hewan lainnya di antaranya:

  1.  Scabiosis/Kudis
  2.  Anthrax
  3.  Pink Eye
  4.  Pnemonia
  5.  Orf (mempreng/keropeng)
  6.  Myasis
  7.  Parasitit Cacing(Nematodiasis)
  8.  Tympani/kembung

Setelah kita mencermati bagai mana cara kita analisa proses penggemukan, analisa pakan dan analisa kesehatan. Saya juga akan menjelaskan mengenai analisis usaha pengemukan kambing. Ini merupakan analisa paling penting dari semua analisa yang sudah di jelaskan diatas karena, rasanya percuma jika kita hanya menguasai tehniknya saja tanpa memperhitungkan untung dan rugi nya suatu usaha.

Analisis Usaha Penggemukan Kambing

Pada masa pengemukan kambing memiliki masa periode penggemukan kurang lebih 60 hari /1 periode

  • Lalu penggemukan kandang berisi 25 ekor
  • Berat awal rata-rata kambing maksimal 20-25 kg/ekor
  • Berat badan akhir penggemukan kambing rata-rata 30 kg/ekor dengan
  • Persentase karkas 40% harga karkas (disembelih) Rp. 35.000,-,
  • Harga jual dari hasil penggemukan kambing Rp. 550.000,-/ekor
  • Harga bibit kambing Rp. 250.000/ekor
  • Umur ekonomis kandang dan peralatan selama 25 periode
  • Harga kotoran (pupuk) bernilai Rp. 250.000/ periode pemeliharaan
  • Obat obatan untuk mencegah penyakit 4.500

1. Biaya Investasi

Biaya investas Rupiah
Kandang Rp. 4.000.000
Peralatan Rp. 1.200.000
Sewa lahan Rp. 1.300.000
Total Rp. 6.500.000

2. Biaya Tetap

Biaya tetap Rupiah
Penyusutan Peralatan (Rp.1.000.000/20)
  1. 75.000
Penyusutan kandang (Rp.4.500.000/20)
  1. 175.000
Total Rp250.000

3. Biaya Variabel

Biaya Variabel Rupiah
Hijauan pakan penggemukan (60 hari x 25 ekor x 3kg x Rp.100) Rp.     450.000
Pakan konsentrat (60 hari x 25ekor x Rp. 750) Rp.  1.125 000
Biaya bibit/bakalan (25 ekor x Rp.250.000) Rp.  6.250.000
Obat-obatan (25 ekor x Rp.4.500,-) Rp.     112.500
Pine College 134
Upah Tenaga Kerja (1 orang x Rp. 1.200.000) Rp.  1.200.000
Air Rp.     250.000
Upah Tenaga Kerja (untuk 1 orang x Rp. 1.200.000) Rp.  1.100.000
Transport Rp.     400.000
Listrik Rp.     175.000
Total Biaya Variabel Rp.11.072.500

 

Biaya tetap Rupiah
Penyusutan Peralatan (Rp.1.000.000/20)
  1. 75.000
Penyusutan kandang (Rp.4.500.000/20)
  1. 175.000
Total Rp250.000

Penerimaan

Jumlah
1 25 ekor x Rp. 550.000 Rp. 13.750.000
2 Kotoran (pupuk) Rp.      250.000
Total Rp. 14.000.000

Keuntungan Bila Dijual Dalam Bentuk Karkas

Tambahan biaya pemotongan (25 ekor x Rp. 27.000,-) =Rp. 675.000

Penerimaan:

a. nilai karkas (25 ekor x 30kg x Rp.45.000) = Rp. 18.900.000
b. kulit dan jeroan (25 ekor x Rp. 110.000) = Rp. 2.750.000
c. nilai kotoran (pupuk) = Rp. 250.000

Total  = Rp. 21.000.000

Keuntungan

Penerimaan – Biaya Total (biaya tetap + biaya variable) – Tambahan biaya pemotongan=keuntungan yang didapat
Rp. 21.000.000 – Rp.11.322.500 – Rp. 675.000 = Rp. 9.002.500

Sekian penjelasan kami tentang analisa usaha penggemukan kambing, contoh diatas hanyalah sekadar analisis saja karena, maju tidaknya sebuah perusahaan tergantung juga pada kita yang menjalaninya. Sekian dan terima kasih

Advertisement
Analisa Usaha Penggemukan Kambing | analisausaha | 4.5
error: Content is protected !!