Analisa Usaha Ternak Kambing

Saturday, August 30th, 2014 - Usaha Peternakan
Advertisement

Pembahasan tentang analisa usaha ternak kambing ini hanya akan dijelaskan secara garis besarnya saja, selebihnya anda lah yang menentukan strategi usaha apa yang akan anda gunakan untuk memulai ternak kambing. Telah diketahui bahwa kebutuhan kambing bagi negara Asia khususnya Indonesia setiap tahun nya terus meningkat. Hal ini dikarenakan hampir semua daerah mempunyai budaya aqiqah dan qurban, Setiap harinya pasti ada seorang ibu yang melahirkan dalam satu kecamatan dan tentunya bagi mereka yang mempunyai budaya aqiqah, anak tersebut harus segera di aqiqahkan, Itu berarti setiap harinya minimal harus ada satu ekor kambing yang dipotong. Jika anda sering pergi ke pasar tradisional, tentunya anda mengetahui bahwa harga daging kambing tidaklah semahal daging sapi, tapi mengapa kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk membuka usaha ternak kambing, salah satu alasannya adalah perawatan untuk ternak kambing jauh lebih sederhana dari pada anda harus memulai ternak sapi. Untuk segi modal juga, ternak kambing jauh lebih murah jika dilihat dari segi bibit, biaya kesehatan dan juga biaya pakan ternak. Sampai saat ini sangat jarang untuk kita menemukan ada peternak kambing yang merugi.

ternak kambing

Penghitungan analisa usaha laba rugi ternak kambing sangatlah sederhana, anda hanya perlu menghitung semua faktor produksi dan membandingkannya dengan total akhir pendapatan. Banyak faktor yang harus anda perhatikan dalam memulai usaha ternak kambing diantaranya adalah, pakan, kandang, tenaga kerja dan yang terakhir biaya kesehatan ternak. Adapun perhitungan manajemen bisnis ternak kambing dapat dirinci kan sebagai berikut:

Manajemen Analisa Usaha Ternak Kambing

  • Faktor produksi-Modal 10 ekor kambing:
  • Bibit: untuk anak kambing seharga Rp 2.000.000/ 10 ekor
  • Kandang dan peralatannya Rp. 3.000.000
  • Pakan hijauan = Rp 60.000/ bulan
  • Pakan konsentrat = Rp. 120.000/ bulan
  • Gaji tenaga kerja = Rp. 600.000/ bulan
  • Total pengeluaran awal bulan = Rp. 5.780.000
  • Total pengeluaran saat 8 bulan selanjutnya = 8 x 780.000 = 6.240.000
  • Total pengeluaran akhir selama 9 bulan = Rp. 12.020.000
  • Harga jual kambing antara = Rp. 1.300.000 (harga di atas kambing umur 9 bulan)
  • Pendapatan total dari penjualan kambing = 10 x Rp. 1.300.000 = Rp.13.000.000
  • Keuntungan yang di peroleh = Rp. 980.000 (untuk penjualan kambing dewasa)

Dari hasil perhitungan di atas, maka bisa disimpulkan bahwa, seorang peternak bisa mendapatkan laba sebesar Rp 980.000/ 9 bulan jika memelihara 10 ekor kambing. Perhitungan tersebut dihitung dengan spekulasi minimal, jika kita tidak memperoleh anak kambing dalam satu periode, namun spekulasi ini sangatlah jarang terjadi karena umumnya, dalam periode per tahun minimal akan lahir 1 ekor anak kambing dari 1 ekor kambing betina dewasa. Hal ini merupakan salah satu keuntungan bagi seorang peternak karena, biasanya pada periode berikutnya modal yang dikeluarkan peternak akan berkurang. Karena untuk biaya kandang tidak dikeluarkan lagi.

Perhitungan analisa usaha di atas merupakan analisa kasar dan sederhana, jika kita ingin menganalisa nya lebih dalam, tentu saja akan ada pendapatan lainnya contohnya seperti, anak kambing yang dihasilkan serta kotoran kambing tersebut. Jadi untuk anda yang ingin memulai ternak kambing janganlah putus asa dengan melihat analisa usaha ternak kambing di atas karena, jika anda sudah mulai menjalani usaha ini maka anda akan menemukan beberapa faktor produksi yang dapat di optimalkan lagi, misalnya seperti biaya yang dikeluarkan untuk makanan hijauan ternak yang bisa anda hilangkan jika anda bisa menanam dan menyabit nya sendiri, selain itu anda juga bisa menghemat biaya tenaga kerja, jika anda bersedia untuk menjadi tenaga kerja tersebut.

Advertisement
Analisa Usaha Ternak Kambing | analisausaha | 4.5
error: Content is protected !!